Info Sekolah
Sabtu, 22 Jun 2024
  • Selamat Datang di Website Terintegrasi SMA Negeri 1 Singosari - Informasi PPDB SMA Negeri 1 Singosari bisa diakses di https://ppdb.sman1singosari.sch.id atau melalui Website ini pada Menu PPDB 2023

Langkah Baru Menuju Transformasi Pembelajaran

Diterbitkan :

Oleh : Jumad, S.Pd.,M.Pd (Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kab. Malang Provinsi Jawa TimurJumad07@guru.sma.belajar.id

Menjadi calon guru penggerak merupakan harapan dan keinginan banyak guru di indonesia. Terbukti dari banyaknya pendaftar di setiap angkatan dalam seleksi guru penggerak. Puji syukur kepada Allah SWT  telah memberikan kesemptan kepada saya hingga lolos dalam seleksi calon guru penggerak angkatan 5. Dalam proses pendidikan guru penggerak dibutuhkan waktu yang cukup bagi kita dalam menjalaninya dan melatih kita untuk benar-benar mampu memenejemen waktu sebaik mungkin.

Sebagaimana yang saya alami dalam proses pendidikan calon guru penggerak banyak menyita waktu saya. Kegiatan eksplorasi konsep bersama fasilitator yang dilaksanakan secara daring mulai pukul 15.00 WIB sampai dengan17.00 WIB membuat saya harus pulang malam sampe ke rumah. Hal disebabkan karena aktivitas saya sebagai guru yang menuntut pulang kerja jam 15.15, tidak memungkinkan saya untuk mengikuti kegiatan daring dari rumah. Sebab perjalanan saya dari sekolah sampe rumah membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan, itupun juga lalulintasnya lancar, jika tidak bisa lebih dari itu. Sehingga untuk kegiatan daring yang dilaksanakan sore hari membuat saya pulang malam sampe ke rumah.

Namun demikian, hal tersebut tidak menurunkan semangat saya untuk mengikuti pendidikan guru penggerak ini, sebab banyak hal positip yang saya dapatkan dari kegiatan ini. Selain bertemu dengan banyak guru hebat dengan visi yang luar biasa, saya juga dapat tambahan ilmu dan pengetahun untuk pengembangan diri saya. Secara teknis hampir tidak ada kendala dalam mengikuti kegiatan pendidikan guru penggerak ini di minggu ini, kecuali waktu pembelajaran di sore hari yang membuat saya akhirnya pulang malam sampe di rumah. Secara teknis tentu itu tidak menjadi persoalan, tetapi secara sosial hal tersebut bisa menjadi suatu problem yang harus kita cari solusinya. Waktu bersama keluarga menjadi berkurang, kegiatan sosial di masyarakat juga sedikit terganggu. Untuk mengatasi hal tersebut, saya mencoba mengkomunikasikan dengan keluarga dan alhamdulillah keluarga memberikan support dan dukungan yang luar biasa. Dalam konteks sosial kemasyarakatan, saya mencoba menjadwal kegiatan-kegaitan kemasyarakat agar tidak berbenturan dengan kegiatan guru penggerak.

Selama pembelajaran berlangsung dalam pendidikan guru penggerak, saya sangat senang dan bisa mengikuti dengan baik. Pembelajaran berlangsung secara serius tapi santai, tidak tegang dan tidak ada beban. Pembelajaran mengalir secara alami, diskusi dengan sesama teman calon guru penggerak juga saya menyenangkan. Selain banyak hal-hal baru yang saya dapatkan, saya juga bisa belajar bagaimana membangun sebuah komunikasi dengan segala perbedaan yang ada, belajar untuk saling menghargai satu sama lain, walaupun pendapat kita berbeda.

Begitu juga pada saat menerapkan aksi nyata di kelas, perasaan saya begitu bahagia. Hal ini karena melihat peserta didik saya begitu antusias dan terlihat senang dengan pendekatan baru yang saya terapkan. Belajar Fisika sambil bernyanyi, itulah aksi nyata yang coba saya terapkan, mengikuti kodrat alam anak yang senang bermain. Pemilihan topik bebas dilakukan anak membuat mereka seolah “merdeka” dalam belajar. Suatu pendekatan yang tampaknya berbeda jika dilihat dari kebiasaan saat ini, dimana umumnya fisika diajarkan dengan pendekatan logika matematika.

Dalam proses pendidikan guru penggerak banyak hal yang saya dapatkan dan saya pelajari. Bahwa kolaborasi adalah satu hal yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Dengan kolaborasi banyak hal bisa kita gali, banyak hal yang bisa kita eksplor, sehingga pemaham kita terhadap sesuatu menjadi lebih lengkap. Begitu juga dalam proses refleksi, kita bisa mengetahui hal mana dalam diri kita yang perlu untuk diperbaiki dan diberi penguatan. Tentu hal ini akan sangat berdampak positip terhadap pengembangan diri saya. Dengan mengikuti rangkaian pembelajaran dalam pendidikan guru penggerak, saya menjadi lebih memahami tentang pentingnya teman sejawat, rekan kerja dalam perannya untuk mengembangkan diri saya. Bahwa refleksi teman sejawat, rekan kerja sangat kita butuhkan dalam upaya memperbaiki kualitas pembelajaran.

Prinsip hidup mengajarkan kita bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Ini juga menjadi salah satu spirit saya sebagai seorang pendidik, bahwa saya harus menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang. Lebih ramah dalam menemani dan menuntun peserta didik sehingga mereka bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Melakukan transformasi pembelajaran yang lebih berpihak pada murid, lebih menghargai keragaman peserta didik serta lebih memahami karakteristik perserta didik dengan sejuta perbedaannya(Jumad,CGP Angkatan 5 Kab. Malang).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar