Info Sekolah
Rabu, 08 Des 2021
  • Selamat Datang di Website Terintegrasi SMA Negeri 1 Singosari - Website Resmi SMA Negeri 1 Singosari

EFEKTIFKAH PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI?

Diterbitkan :

Oleh :

Ahmad Muzammil Kholily

Guru SMA Negeri 1 Singosari

 

 

Pada saat ini, dunia sedang menghadapi masalah besar. Berawal dari munculnya suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu virus corona yang akrab disebut Covid 19, hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan-perubahan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, mendebarkan seluruh isi dunia. Semuanya telah merasakan dampak dari virus covid 19 ini, terutama pada dunia pendidikan. Kita harus siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat pendidikan akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi covid 19. Pembelajaran daring atau online merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi pembelajaran dilakukan melalui jaringan internet. Hal ini merupakan tantangan besar bagi seorang guru, karena dalam kondisi seperti ini guru pun dituntut untuk bisa mengelolah, mendesain media pembelajaran (media online) sedemikian rupa guna untuk mencapai tujuan pembelajaran dan untuk mencegah atau mengantisipasi kebosanan siswa dalam pembelajaran model daring tersebut. Bukan hanya itu saja, dalam penerapan belajar online ini, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan belajar seperti siswa yang belum mengetahui banyak tentang penggunaan teknologi, kasus ini banyak terjadi pada siswa tingkat TK dan SD (Sekolah Dasar). Selain itu, masalah utama yang dialami siswa adalah jaringan yang tidak memadai, kurangnya interaksi fisik antara guru dan siswa karena dalam pembelajaran online siswa hanya diberikan tugas melaui media online, Serta tugas yang diberikan guru banyak, sementara waktu yang diberikan sangat singkat.

Menurut saya, pembelajaran secara daring (dalam jaringan) efektif dilakukan di masa pandemi seperti saat ini karena, bisa memutus rantai penyebaran virus covid 19. Mau tak mau, pengajar juga siswa dituntut untuk memiliki keahlian dalam teknologi terkait pengoperasiannya dan lain sebagainya. Melalui tuntutan tersebut pada akhirnya akan bermanfaat bagi kita untuk lebih memahami kerja-kerja teknologi, fungsi juga manfaatnya yang dapat membantu aktivitas kita.

“Proses Kegiatan Belajar Mengajar dapat merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan, dan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19), serta Surat Edaran dan petunjuk dari Kepala Daerah, dan Rektor masing-masing Universitas,” terang Humas Kemendikbud. Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis data hasil survei yang dilakukan pada rentang waktu 5 sd 8 Agustus 2020 terkait pendidikan online di masa pandemi Covid-19. Hasil survei tersebut menunjukkan, 92% peserta didik mengalami banyak masalah dalam mengikuti pembelajaran daring selama pandemi corona merebak. Manajer Kebijakan Publik SMRC Tati D. Wardi mengatakan, survei ini diikuti oleh responden dengan rentang usia 17 tahun ke atas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5% mengaku masih bersekolah atau kuliah. Sebanyak 87% dari jumlah responden tersebut mengatakan melakukan pembelajaran online, sedangkan yang tidak belajar berjumlah 13%.

Pandemi Covid-19 telah merubah seluruh lini kehidupan tidak terkecuali dunia pendidikan. Di masa pandemi, dunia pendidikan dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang ada dengan menciptakan berbagai inovasi pembelajaran. Adanya pembatasan sosial berdampak terhadap pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan belajar yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka berganti menjadi pembelajaran secara daring/jarak jauh. Keadaan tersebut memunculkan berbagai permasalahan yang perlu segera diselesaikan agar proses transfer ilmu dapat berjalan dengan maksimal. Terlebih lagi penyediaan akses internet dirasa semakin berat jika dikaitkan dengan keuangan. Selama pandemi tidak sedikit masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan bahkan sampai kehilangan pekerjaannya, sekarang dituntut harus menyediakan akses internet bagi anak mereka. Pemerintah diharuskan mengambil berbagai kebijakan untuk mendukung proses pembelajaran secara jarak jauh. Beberapa kebijakan yang telah dilakukan diantaranya memberikan bantuan dana kuota internet bagi pendidik dan siswa, program guru berbagi berupa bimbingan teknis untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, webinar serta relaksasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pembelajaran secara jarak jauh selama pandemi memang tidak mudah, perlu adanya kerja sama dari berbagai elemen pendidikan. Pandemi mengajarkan manusia untuk selalu beradaptasi dengan keadaan dalam segala hal. Pendidikan harus tetap berjalan dengan berbagai inovasi pembelajaran yang terstruktur dan terarah meskipun dengan berbagai keterbatasan.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar