SEKILAS INFO
: - Selasa, 02-03-2021
  • 7 bulan yang lalu / SMANESI MAN JADDA WAJADA – SMART – UNGGUL – BERPRESTASI – LUAR BIASA – I CAN DO
Evaluasi Pembelajaran Secara Daring  Menggunakan Teknologi Informasi Di SMA Negeri 1 Singosari   Selama Masa Pandemi Covid-19

EVALUASI PEMBELAJARAN SECARA DARING

MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DI SMA NEGERI 1 SINGOSARI 

SELAMA MASA PANDEMI COVID-19

Oleh: Jumad

PENDAHULUAN

Pandemi Covid-19 memaksa kebijakan social distancing, atau di Indonesia lebih dikenalkan sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Kebijakan ini diupayakan untuk memperlambat laju persebaran virus Corona di tengah masyarakat. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merespon dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring dan disusul peniadaan Ujian Nasional untuk tahun ini. Hal ini mengacu kepada surat edaran mendikbud Nomor 3 tahun 2020 tentang Pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus disease(Covid-19)

Semua negara terdampak termasuk Indonesia telah berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga kelanggengan layanan pendidkan. Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya: (1) ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, (2) keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, (3) keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi Pendidikan seperti internet dan kuota, (4) relasi guru-murid-orang tua dalam pembelajaran daring yang belum integral.

Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah. Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional.

Pembelajaran dalam jaringan/jarak jauh bisa dilakukan dengan berbagai media seperti google classroom, zoom, webex, maupun media berbasis online lainnya seperti weblog atau website. David (2011) dalam skripsinya yang berjudul pengembangan media pembelajaran menggunakan TIK di SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul menyimpulkan bahwa produk media pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi telah memenuhi kaidah penelitian dan pengembangan dan efektif dipakai dalam proses pembelajaran. Penelitian senada dilakukan Sejati (2011) dengan judul Pemanfaatan Media Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Teknoologi Informasi dan Komunikasi pada SMA Negeri 5 Semarang menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar dan merangsang minat belajar siswa serta proses kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan

Sebagai ujung tombak di level paling bawah suatu lembaga pendidikan, Kepala SMA Negeri 1 Singosari dituntut untuk membuat keputusan cepat dalam merespon surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengharuskan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran dari rumah. Pendidik merasa kaget karena harus mengubah sistem, silabus dan proses belajar secara cepat. Siswa terbata-bata karena mendapat tumpukan tugas selama belajar dari rumah. Sementara, orang tua murid merasa stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas, di samping harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di tengah krisis.

Realita di tingkat bawah, di sekolah, khususnya SMA Negeri 1 Singosari dalam menyikapi pembelajaran daring adalah melakukan koordinasi internal guru dan karyawan SMA Negeri 1 Singosari. Koordinasi ini menghasilkan satu komitmen bersama agar pembelajaran daring bisa tetap berjalan sesuai dengan agenda. Kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran secara daring juga telah diidentifikasi. Bapak/ibu guru diberikan kebebasan menggunakan berbagai platform aplikasi selama pembelajaran daring berlangsung.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian sederhana ini mengambil judul Evaluasi Pembelajaran secara Daring Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMA Negeri 1 Singosari selama masa pandemi Covid-19 dengan rumusan masalah (1) bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran secara daring menggunakan Teknologi informasi dan Komunikasi di SMA Negeri 1 Singosari selama masa pandemi Covid-19? (2) Bagaimana respon guru terhadap pembelajaran secara daring menggunakan teknologi Informasi dan Komunikasi di SMA Negeri 1 Singosari selama masa pandemi Covid-19? (3) Bagaimana respon guru terhadap pembelajaran secara daring menggunakan teknologi Informasi dan Komunikasi di SMA Negeri 1 Singosari selama masa pandemi Covid-19

METODE

Pendekatan yang diambil dalam penelitian ini  adalah pendekatan kualitatif, data-data yang peneliti dapatkan akan disampaikan dalam persepktif  emik, yakni dalam bentuk deskripsi dan cara pandang subjek penelitian (Hamidi, 2005). Metode yang digunakan adalah deskripsi analitik dikarenakan dalam penelitian ini menekankan pada kedalaman makna sehingga data yang diperoleh diharapkan lebih akurat dan dapat digambarkan secara rinci agar mudah  dianalisa oleh peneliti.

Penelitian termasuk dalam penelitian kebijakan karena diteliti adalah analisis kebijakan penerapan Pembelajaran secara daring yang merupakan kebijakan pemerintah melalui kemdikbud. Permasalahan yang dikaji adalah pembelajaran scara daring di SMA Negeri 1 Singosari dengan fokus permasalahan terletak pada bagaimana pembelajaran secara daring di SMA Negeri  1 singosari selama masa pandemi Covid-19, respon guru maupun siswa terhadap pembelajaran secara daring di SMA Negeri 1 Singosari.

Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan variabelnya adalah pembelajaran secara daring menggunakan Teknologi dan Informasi. Operasional penelitian ini, yakni pembelajaran secara daring menggunakan teknologi informasi dan komunikasi adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan jarak jauh di rumah dengan memanfaatkan berbagai platform aplikasi pembelajaran. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah pembelajaran secara daring dengan responden para guru dan siswa SMA Negeri 1 Singosari. Teknik pengumpulan dan analisis data pada penelitian ini berupa angket dengan  google Form yang digunakan untuk mengukur pembelajaran secara daring dan respon guru serta siswa terhadap pembelajaran secara daring.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembelajaran secara daring di SMA Negeri 1 Singosari selama masa pandemi Covid-19 diawali dengan beberapa kegiatan pendahuluan selama kurang empat hari efektif. Kegiatan pendahuluan tersebut dalam bentuk workshop dan pelatihan mengenai berbagai media pembelajaran yang bisa digunakan saat pembelajaran jarak jauh di rumah. Disamping maksud tersebut, waktu selama empat hari pertama sejak ditetapkanya peraturan belajar di rumah dan bekerja dari rumah,  digunakan pihak sekolah untuk menyusun jadwal pelajaran selama masa pandemi.

Selama masa pelatihan, setiap guru diminta untuk membuat sebuah skenario pembelajaran yang bisa digunakan saat pembelajaran daring berlangsung. Presentasi dilakukan tiga orang dengan menggunakan platform media pembelajaran yang berbeda, diantara platform aplikasi yang dipresentasikan yaitu google zoom, webex meeting dan free weblog. Secara keseluruhan dalam proses pendahuluan ini diperoleh satu komitmen untuk pembelajaran daring bisa berjalan dengan lancar.

Jadwal mata pelajaran selama daring mengalami banyak perubahan jika dibandingkan kegiatan belajar mengajar di kelas. Selama pembelajaran secara daring ini, setiap hari siswa mendapat dua mata pelajaaran dengan alokasi wakti 2 x 45 menit. Hal ini dilakukan agar siswa tidak terlalu terbebani dengan model pembelajaran yang relatif baru terutama di era pandemi covid-19.

Selama proses pembelajaran secara daring ternyata setiap guru tidak hanya menggunakans satu platform aplikasi pembelajaran tetapi bervariasi dan gabungan dari berbagai platform aplikasi. Berdasarkan analisis data selama pembelejaran secara daring diperoleh beberapa platform apikasi yang digunakan diantaranya adalah Whatsapp,google classroom, zoom, youtube, google meet, video (screencast o matic), webex, instagram, blog, line, email. Microsoft office 365, kaizala, dan  telegram.  Dari berbagai platform tersebut yang paling banyak digunakan adalah mengunakan whatsapp dengan persentase 29,70 %, sedangkan diurutan kedua dan ketiga berturut-turut adalah adalah google classrom dengan persentase 24,75 dan zoom dengan persentase 12,87 %. Secara lengkap platform aplikasi media pembelajaran secara daring di SMA Negeri 1 Singosari bisa dilihat di tabel 1 berikut ini.

Tabel. 1 persentase platform aplikasi media

pembelajaran secara daring di SMA Negeri 1 Singosari

No Platform Aplikasi media pembelajaran Jumlah Penguna Persentase
1 Whatsapp 30 29.70
2 google classroom 25 24.75
3 zoom 13 12.87
4 youtube 9 8.91
5 google meet 6 5.94
6 Video (Screencast o matic) 6 5.94
7 webex 4 3.96
8 instagram 2 1.98
9 blog 1 0.99
10 line 1 0.99
11 email 1 0.99
12 microsoft 365 1 0.99
13 Kaizala 1 0.99
14 Telegram 1 0.99
  Jumlah 101 100

 

Dalam hal pemberian tugas pembelajaran secara daring, platform aplikasi yang digunakan guru SMA Negeri 1 Singosari pun cukup beragam. Berdasarkan analisis data didapatkan platform google form paling banyak digunakan diantara platform-platform yang lain dengan persentasi 29,58 %.  Platfrom whatsapp dan google classrom juga menempati rating yang cukup tinggi yaitu 26,76 % untuk whatsapp dan 16, 90 % untuk google classrom. Kedua media ini ternyata paling banyak digunakan guru baik sebagai media pembelajaran maupun dalam pemberian tugas-tugas pembelajaran secara daring. Secara lengkap data persentase platform aplikasi yang digunakan guru dalam pemberian tugas bisa dilihat di tabel 2. Berikut ini.

Tabel. 2 Persentase platform aplikasi yang digunakan dalam pemberian tugas

pembelajaran secara daring di SMA Negeri 1 Singosari

No Platform aplikasi yang digunakan dalam Pemberian tugas Jumlah Penguna Persentase
1 Google form 21 29.58
2 Whatsapp 19 26.76
3 Google classroom 12 16.90
4 Email 10 14.08
5 Class Dojo 1 1.41
6 Google Drive 1 1.41
7 Moodlecloud 1 1.41
8 Edmudo 1 1.41
9 Youtube 1 1.41
10 Zoom 1 1.41
11 Quizizz 2 2.82
12 Free Weblog 1 1.41
  Jumlah  Total 71 100

Mencermati pola pembelajaran yang dilakukan guru yang terstruktur baik dalam pembelajaran maupun pemberian tugas, tampak bahwa pembelajaran secara daring di SMA Negeri 1 Singosari berjalan dengan baik. Namun demikian ternyata banyak kendala yang dirasakan guru saat pembelajaran secara daring dilaksanakan. Ketidakmampuan guru dalam melihat secara langsung aktivitas siswa dalam mengerjakan tugas merupakan kendala yang paling banyak diungkapkan guru yaitu sebanyak 43, 86 %. Selain faktor tersebut, kurang komunikatifnya dengan siswa saat pembelajaran berlangsung, siswa tidak disiplin dalam belajar, antusias siswa yang rendah serta siswa terkesan meremahkan adalah beberapa kendala yang juga muncul saat pembelajaran secara daring. Selengkapnya perhatikan tabel 3 tentang identifikasi hambatan pembelajaran secara daring.

Tabel. 3 Identifikasi hambatan pembelajaran daring

No Identifikasi hambatan pembelajaran daring menurut Guru Jumlah Penguna Persentase
1 Tidak bisa melihat proses siswa dalam mengerjakan tugas secara langsung, 25 43.86
2 Kurang komunikatif dengan siswa 12 21.05
3 Siswa tidak disiplin dlm belajar, Konektivitas siswa terhadap jaringan internet 10 17.54
4 Antusias siswa kurang 6 10.53
5 Siswa terkesan meremehkan 4 7.02

Platform aplikasi pembelajaran secara daring yang banyak digunakan guru dalam proses pembelajaran sebagaimana data di atas adalah whatsapp dan google classroom. Kenyataan ini ternyata berbanding lurus dengan apa yang dirasakan siswa terhadap penggunaan media pembelajaran secara daring. Google classroom menurut siswa merupakan aplikasi yang sering dan mudah penggunaannya dengan persetanse respon siswa terbanyak sebesar 91,7 %.  Sedangkan penggunaan whatsapp sebagai platform aplikasi pembeajaran daring menempati urutan kedua dengan persentase 72, 2%. Selengkapnya bisa dilihat di grafik 4. Berikut ini.

Sedangkan platform aplikasi pembelajaran yang dirasa sulit oleh siswa adalah lain-lain, dalam hal seperti webex, instagram, videoscreen o matic, blog, kaizala, telegram dan microsoft 365. Platform aplikasi zoom dan quizizz menurut sebagian siswa juga sulit, zoom setidaknya dianggap platform aplikasi pembelajaran yang sulit menurut 30,4 % siswa, sedangkan quizizz sebanyak 29,6 %.

Dalam mengikuti pembelajaran secara daring sebagian besar siswa menggunakan HP android pribadi dengan persentase 94,9 %, selebihnya menggunakan labtop, tab, HP orang tua serta HP saudara atau teman.

Proses pembelajaran secara daring selama masa pandemi covid-19 ini diikuti oleh siswa kelas x dan siswa kelas XI. Sebanyak 81% dari jumlah siswa kelas X dan XI telah melakukan refleksi pembelajaran daring, sedangkan 19% belum melakukan refleksi pembelajaran daring dengan kendala yang belum diketahui. Dari jumlah siswa yang melakukan refleksi pembelajaran daring, sebagian besar dapat melaksanakan pembelajaran daring dengan sedikit kendala. Kendala yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran daring adalah penggunaan biaya pulsa yang tinggi dan banyaknya soal/tugas yang sulit dikerjakan tanpa kehadiran guru pembimbing.

PENUTUP

Berdasarkan hasil pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Pembelajaran secara daring di SMA Negeri 1 Singosari terlah berjalan dengan cukup baik yang  diawali dengan kegiatan pendahuluan seperti workshop pembelajaran daring dan penyusunan jadwal pelajaran; (2) Pembelajaran secara daring di  SMA Negeri 1 Singosari oleh guru mata pelajaran telah berjalan dengan baik dengan platform aplikasi yang digunakan terbanyak dengan whatsapp dan google classroom; dan (3) Proses pembelajaran secara daring selama masa pandemi covid-19 ini diikuti oleh siswa kelas x dan siswa kelas XI. Sebanyak 81% dari jumlah siswa kelas X dan XI telah melakukan refleksi pembelajaran daring, sedangkan 19% belum melakukan refleksi pembelajaran daring dengan kendala yang belum diketahui.

Melihat realita pembelajaran daring sebagaimana dijabarkan diatas, kiranya perlu support dari sekolah dalam hal pelatihan pengembagan media pembelajaran berbasis online bagi guru agar kemampuan guru dalam mengelola kelas secara daring bisa lebih baik lagi. Disamping hal tersebut, faktor siswa juga harus mendapat perhatian, khususnya siswa dengan kemampuan jaringan yang rendah harus bisa dibantu dan difasilitasi agar pembelajaran secara daring bisa  berjalan lancar.

 DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, A. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Depdiknas.(2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Mulyanto,Andi. (2013). ”Media Pembelajaran Tik (Teknologi Informasi Dan Komunikasi) Untuk Siswa Menengah Pertama Berbasis Multimedia”. Skripsi Thesis. Universitas Stikubank Semarang.

Putra, Gd Tuning S. (2013). “Pengembangan Media Pembelajaran Dreamweaver Model Tutorial Pada Mata Pelajaran Mengelola Isi Halaman Web Untuk Siswa Kelas XI Program Keahlian Multimedia Di Smk Negeri 3 Singaraja”. Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI).Volume 1, Nomor 2.

Sadiman, Arif S., dkk. (2006). Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers

Sejati, Nova D. R. I. (2011).”Pemanfaatan Media Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi”. Under Graduates Thesis. Universitas Negeri Semarang.

Setyoko, Nugroho Agung (2014). “Pengembangan Aplikasi Media Pembelajaran Sistem Organ Dalam Tubuh Manusia Menggunakan Html 5”. Skripsi Thesis. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Susanto, Azhar. (2002) . Sistem Informasi Manajemen Edisi 2. Bandung.Linggajaya.

Sulistyawan, Nanang. (2013). “Rancang Bangun Medi Pembelajaran Interaktif Media Pembelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas Kelas XI Semester 1”. Skripsi Thesis. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Syamsuardi. (2004). Teknologi Informasi & Komunikasi Untuk Sma kelas X. Jakarta: Erlangga.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Kategori Berita

Informasi online
1
Selamat Datang di Layanan Informasi Online Kami.
Powered by