SEKILAS INFO
: - Jumat, 30-07-2021
  • 1 tahun yang lalu / SMANESI MAN JADDA WAJADA – SMART – UNGGUL – BERPRESTASI – LUAR BIASA – I CAN DO
EDUKASI GIZI MELALUI KEBUN SEKOLAH (SCHOOL GARDEN)  SMAN 1 SINGOSARI SAAT PANDEMI COVID 19

EDUKASI GIZI MELALUI KEBUN SEKOLAH (SCHOOL GARDEN) SMAN 1 SINGOSARI SAAT PANDEMI COVID 19

Oleh : Zainal Fanani, S.Pd

Guru Biologi SMA Negeri 1 Singosari

Pembina Ekskul Biologi Science Club

zainal75fanani@gmail.com

 

1. Tujuan Pembelajaran

  • Peserta didik mampu melakukan penanaman sayuran secara langsung pada lanan tanah
  • Peserta didik paham kandungan gizi dan manfaat sayuran bagi kesehatan.
  • Peserta didik tertarik mengonsumsi sayuran hasil tanaman sendiri untuk meningkatkan asupan gizi.

2. Indikator pencapaian pembelajaran

  • Melalui praktik, peserta didik dapat menanam sayuran secara langsung pada lahan maupun dengan benar dan mampu menatanya dengan rapi di pekarangan sekolah yang sudah disediakan.
  • Setelah menerima penjelasan, peserta didik memahami kandungan gizi utama sayuran dan manfaat sayuran bagi kesehatan remaja.
  • Dengan keterlibatan aktif peserta didik mulai dari menanam, memelihara, hingga panen dan makan bersama, peserta didik menunjukkan ketertarikan untuk mengkonsumsi sayuran setiap hari.

3. Prekondisi

SMAN 1 Singosari  merupakan salah satu SMA negeri di Kabupaten Malang yang baru berusia 17 tahun dan terletak di tengah perkebunan tebu dan hutan jati. Dengan lokasi sekolah yang demikian, smanesi memliki banyak lahan yang belum dimanfaatkan. Mulai dari tanah yang berada di belakang sekolah hingga tanah yang baru dibebaskan di depan sekolah. Kondisi tanah kosong tersebut sangatlah tandus, kering dan terkesan tidak terawat. Dengan kondisi tersebut, BSC (Biology Science Club) berinisiatif untuk mengelola tanah tersebut dengan membuat School Garden (taman sekolah).

Untuk mewujudkan ide tersebut maka diadakan koordinasi dengan managemen sekolah (Kepala Sekolah beserta waka Sarpras, kesiswaan kurikulum serta humas) untuk membahas pendanaan, tehnik pengolahan dan jenis tanaman yang ditanam untuk periode 1 dan Rencana Tindak Lanjutnya. Setelah mendapat persetujuan dari managemen sekolah maka kegiatan segera dilaksanakan.

Untuk melaksanakan rencana ajar ini perlu dilakukan kegiatan persiapan lahan terlebih dahulu semeprti mencangkul dan mengolah tanah. Persiapan lainnya adalah menyiapkan media tanam berupa tanah dan pupuk kendang (kompos),  dan menyedia kan bibit tanaman sayur. Bagi para peserta didik, kegiatan ini dianggap pekerjaan yang berat sehingga cenderung akan mengurangi minat mereka dalam kegiatan berkebun sayuran selanjutnya. Karena itu, untuk menyiapkan lahan ini diperlukan bantuan tenaga lain. Dengan demikian, pada pembelajaran ini para peserta didik hanya melakukan kegiatan penyemaian benih dan penanaman.

4. Ringkasan Materi

Sayur adalah tumbuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam jumlah besar. Karena sayur merupakan penopang kebutuhan vitamin A, B komplek dan C, sekaligus sebagai nutrien untuk meningkatkan imunitas tubuh manusia. School garden SMAN 1 Singosari menanam berbagai macam sayuran, antara lain bayam, kenikir, terong hijau, terong ungu, cabai besar, cabai kecil dan sayur.

Kangkung adalah jenis sayur yang sudah sangat umum di Indonesia. Hampir semua orang tentu pernah makan sayuran yang punya nama lain bayam air ini.sayur, adalah tanaman perairan yang banyak ditemui di daerah rawa-rawa. sayur juga merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemui di negara-negara Asia, khususnya di Indonesia karena perawatan tumbuhan sayur ini tergolong mudah.

Tak jauh berbeda dengan jenis sayuran lainnya, sayuran kangkung misalnya yang  nama latinnya  Ipomoea aquatica ini mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi tubuh. Dalam 100 gram (gr)sayur segar yang masih mentah, terdapat 3,4 gr protein, 3,9 gr karbohidrat, dan 2 gr serat. Kandungan vitamin A dan vitamin C dalam sayuran ini juga sangat tinggi. Bahkan dalam secangkir bayam air yang sudah disiangi (kira-kira 56 gram), Anda bisa memenuhi 70 persen kebutuhan vitamin A harian serta 51 persen kebutuhan vitamin C harian. Selain itu, bayam air juga kaya akan berbagai mineral penting seperti kalium sebanyak 250,1 miligram (mg), 67 mg kalsium, 2,3 mg zat besi, 65 mg natrium, serta 54 mg fosfor. Meskipun kaya akan berbagai nutrisi penting,sayur atau bayam air merupakan jenis sayuran yang rendah kalori. Sebelum dimasak, secangkir daun bayam air hanya mengandung 11 kalori.

Banyak di antara para peserta didik yang kurang suka mengonsumsi sayuran. Padahal kandungan zat gizi seperti vitamin dan mineral pada sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga secara tidak langsung berperan dalam mendukung proses belajar di sekolah peserta didik. Sayuran berdaun hjau misalnya dikenal sangat kaya akan zat besi yang dapat berperan dalam pertumbuhan dan konsentrasi belajar.

Beberapa studi di luar negri menunjukkan bahwa pengalaman menanam sayuran bagi peserta didik mampu mendorong ketertarikan terhadap sayuran sehingga menumbuhkan minat untuk mengonsumsi sayuran tersebut.

Di Indonesia, umumnya peserta didik kurang menyadari bahwa mendapatkan sayuran dengan menanam sendiri adalah kegiatan yang mudah dan menyenangkan. Peserta didik dapat diperkenalkan dengan Teknik sederhana tersebut diharapkan dapat memunculkan rasa bangga terhadap diri mereka sendiri. Dengan kebanggaan tersebut, diharapkan peserta didik semakin gemar mengonsimsi sayur.

Oleh karena itu, School garden SMAN 1 Singosari memilih untuk menanam tumbuhan sayur di areal perkebunan SMAN 1 Singosari. Sebagai upaya untuk Edukasi gizi kepada siswa dan masyarakat

Setelah peserta didik memulai kegiatan dengan penyiapan lahan, , peserta didik diajak melakukan proses pembibitan sampai penanaman. Peserta didik memiliki lahan sesuai dengan kelompok masing-masing. Setiap hari peserta didik memantau perkembangan tanaman masing-masing, hingga saat panen tiba.

Perhatian peserta didik terhadap sayuran yang ditanam sendiri akan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kesukaan akan tanaman yang dirawatnya, dan kebanggaan akan sayuran yang dikonsumsi dari hasil menanam sendiri. Pengalaman dan kebanggan dari hasil menanam sayuran ini kemudian dapat ditularkan kepada keluarga mereka sehingga turut berpengaruh dalam meningkatkan kesadaran dan kegemaran mengonsumsi sayur pada banyak keluarga. Selain itu, penanaman sayur di area sekolah atau rumah, baik dengan media tanah langsung atau polybag, dapat memperindah dan menyejukkan lingkungan rumah sehingga suasana belajar menjadi nyaman.

Pesan utama yang ingin disampaikan ke peserta didik

  • Menanam sayuran itu sederhana dan mudah dan umurnya pendek. Diperlukan perawatan agar sayuran dapat tumbuh dengan baik dan memiliki kualitas yang baik untuk dikonsumsi.
  • Tanaman sayuran selain berfungsi sebagai bahan makanan, juga dapat menjadi tanaman hias di pekarangan sekolah atau halaman rumah.
  • Hasil panen sayuran tentunya dapat dikonsumsi untuk menambah asupan gizi vitamin untuk meningkatkan imun tubuh
  1. Aktivitas peserta didik

Pertemuan I (Persiapan Lahan)

  1. Para peserta didik menerima penjelasan guru tentang tanaman sayuran yang mudah ditanam kandungan gizinya secara umum dan manfaatnya bagi kesehatan remaja.
  2. Peserta didik diberikan motivasi agar tumbuh kecintaannya pada lingkungan, dan muncul rasa ingin tahunya tentang proses penanaman sayur
  3. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kerja (masing-masing kelompok beranggotakan 3-5 orang).
  4. Seluruh kelompok menerima penjelasan mengenai alat dan bahan serta langkah-langkah penanaman terlebih dulu sebelum praktik menanam sayuran.
  5. Setiap kelompok melihat dan mengikuti proses persiapan lahan untuk menjadi lahan penanaman sayuran (membajak dan mencangkul membuat bedengan).

Pertemuan 2 (Penanaman benih)

  1. Peserta didik dikenalkan dengan sayur-sayuran, dan dikenalkan dengan benih kangkung yang akan ditanam
  2. Peserta didik dibimbing untuk bisa menyiapkan bedeng sehingga siap untuk ditaburi benih kangkung. Dengan cara sebagai berikut:
  3. Menaburi bedeng dengan kompos/ pupuk organik, baik dari kotoran hewan maupun dari hasil olahan sampah organik atau boleh ditambahkan pupuk
  4. Meratakan bedeng yang sudah ditaburi pupuk/ kompos agar permukaan bedeng menjadi rata Campurkan bagian tanah dan pupuk (bisa digunakan pupuk kompos atau organik) dengan perbandingan 2: 1 (misal. 2 kg kompos dan 1 kg pupuk).
  5. Peserta didik dibimbing oleh guru untuk praktik menanam, dengan cara sebagai berikut:
  6. Mengambil benih kangkung yang sudah disiapkan dan dimasukkan kedalah wadah (baskom/ ember plastik)
  7. Menaburkan benih kangkung diatas bedengan yang sudah disiapkan dengan cara melempar “kepyar” sehingga benih rata di atas bedeng.
  8. Menaburkan tanah/kompos tipis diatas bedeng yang sudah ditaburi benih untuk menutupi benih dengan tujuan menjaga kelembabannya dan melindungi agar tidak dimakan burung.
  9. Setiap peserta didik secara kelompok berkewajiban untuk merawat, memantau, mengamati dan membuat laporan tentang perkembangan tanaman. Para peserta didik boleh mengambil keputusan untuk tindakan seperlunya, apabila tanaman sayur yang peserta didik tanam tidak sesuai dengan harapan peserta didik. Termasuk di dalamnya adalah menyiangi rumput/gulma (bila ada).
  10. Jika tanaman diserang hama, peserta didik dihimbau untuk menggunakan pestisida raman ingkungan, misalnya hasil dari fermentasi tumbuh-tumbuhan (dapat dibuat sendiri di Lab. Biologi). Peserta didik diyakinkan bahwa tanamannya adalah ramah lingkungan yang tidak menggunakan pupuk buatan atau pestisida.

Pertemuan III (Pemeliharaan Tanaman)

  1. Sebelum masa pemeliharaan, peserta didik mengikuti 1 sesi pertemuan untuk membahas tehnik-tehnik pemeliharaan pembagiann jadwal penyiraman pemupukan dan lain-lainpada masing-masing kelompok
  2. Peserta didik juga diberi penjelasan berupa :
  3. Menanam sayuran tidaklah sulit dan tidak membutuhkan lahan yang luas.
  4. Selama masa pemeliharaan diperlukan ketelatenan menyirami tanaman, merawat dari serangan hama, menyiangi gulma, mengurangi pertumbuhan batang baru pada tanaman sayuran berbuah seperti cabe rawit, memasang penyangga untuk tanaman merambat, dan lain-lain. Dipercaya bahwa mengajak bicara hal-hal yang baik pada tanaman ini dapat membantu pertumbuhan tanaman ini menjadi baik. Hal ini dapat dicoba karena tidak sulit melakukannya.
  5. Peserta dapat diajak berdiskusi tentang potensi menanam sayuran di rumah mereka masing-masing. Tanaman sayuran yang tertata rapi dan tumbuh dengan baik dapat menjadi tanaman hias untuk mempercantik pekarangan sekolah
  6. Peserta didik mendapatkan penjelasan mengenai kandungan gizi berupa vitamin dan mineral pada beberapa sayuran beserta manfaatnya bagi pertumbuhan remaja, kesehatan secara umum dan manfaat dalam meningkatkan konsentrasi belajar. Kemudian, guru menjelaskan bahwa konsumsi buah dan sayur sangat dianjurkan bagi masyarakat Indonesia khususnya remaja. Rekomendasi konsumsi sayur adalah 3-5 porsi per hari. Guru menghimbau dan mengajak peserta didik untuk mengonsumsi sayur secara rutin setidaknya setiap kali makan (3 kali per hari)
  7. Selanjutnya peserta didik melaksanakan proses pemeliharaan tanamam (menyiram, menyiangi dan memupuk tanaman) sesuai dengan jadwalnya masing-masing dengan didampingi oleh pembimbing dan bila diperlukan dapat diberikan nilai kinerja (lampiran. 2 Pedoman Pengamatan/Penilaian Kinerja) para peserta didik, untuk disalurkan kepada guru-guru yang terkait.

Pertemuan IV(Panen dan pasca panen )

Sebelum pelaksanaan panen, peserta didik mengikuti 1 sesi pertemuan untuk membahas tehnik-tehnik pemanenan sayur (kangkung).

  1. Pemanenan sayur kangkung dilaksanakan bersama dan melibatkan kepala Cabang Dinas Pendidikan, guru, siswa, wali murid dan masyarakat sekitar dengan jadwal:
  2. Hari pertama Kepala Cabang Dibas Pendidikan bersama guru dan karyawan
  3. Hari kedua Siswa-siswi SMAN 1 Singosari
  4. Wali murid kelas X SMAN 1 Singosari
  5. Masyarakat sekitar
  6. Guru mengenalkan terlebih dahulu tentang jenis-jenis sayuran yang mudah ditanam seperti kangkung, bayam pokchoy, sawi, selada keriting, cabe rawit, dll. Jika peserta didik sudah terbina dan menyukai berkebun, mereka dapat diperkenalkan dengan tanaman lain yang agak lebih kompleks perawatannya seperti tomat, terong, pare (ketiganya merupakan sayuran yang jenis tanaman merambat), seledri dan daun bawang yang membutuhkan perhatian khusus untuk pengairannya, atau pun wortel yang umumnya tumbuh subur di daerah dataran tinggi.
  7. Guru juga memaparkan secara umum tentang kandungan gizi dan manfaat sayur-sayuran dan buah-buahan bagi kesehatan khususnya di masa pandemi Covid 19
  8. Guru memberikan pembekalan kepada peserta didik bahwa berkebun itu sangat mengasyikkan dan tidak selalu memerlukan lahan yang luas. Selain menghasilkan sayuran untuk dikonsumsi atau bahkan dijual, kebun juga dapat memperindah pekarangan sekolah dan halaman rumah. Kegiatan berkebun juga dapat meningkatkan aktivitas fisik yang tentunya menyehatkan bagi peserta didik. Selain itu, berkebun bukan merupakan pekerjaan yang berat, tetapi kegiatan bermain yang menghasilkan.
  9. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kerja (masing-masing kelompok beranggotakan 3-5 orang). Dan mulai memanen Sayuran
  10. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kerja (masing-masing kelompok beranggotakan 3-5 orang). Guru mengajak peserta didik untuk mengkonsumsi bersama-sama sayuran hasil panen dalam kegiatan memasak dan makan bersama. Ide jenis makanan dapat berupa tumis kangkung, cah kangkung, plecing, pecel kangkung dan ide baru dari peserta didik adalah Kangkung Krispi. Agar bersemangat peseta didik dapat diminta membawa lauk tambahan yang mudah dan murah misalnya tempe/tahu goreng dan telur rebus/goreng/dadar. Pihak sekolah dapat menyiapkan nasi jika keadaan memungkinkan. Pada kegiatan makan bersama, guru menekankan kembali manfaat sayuran untuk remaja, serta menghimbau konsumsi sayuran yang lebih rutin kepada seluruh peserta didik.
  11. Guru meminta peserta didik menyampaikan kesan-kesan terhadap pengalaman selama mengikuti kegiatan ini termasuk jika budidaya sayuran ini memungkinkan untuk juga dipraktekkan di rumah masing-masing. Guru mengonfirmasi tentang persoalan-persoalan yang dihadapi peserta didik mulai pembenihan, penanaman,hingga pemeliharaan. Meraka dapat juga diminta untuk menyampaikan presentasi secara berkelompok.

Materi atau alat bantu yang perlu disiapkan oleh pihak sekolah

  • Lahan, untuk persemaian dan penanaman;
  • Tanah, sekam, pupuk kandang untuk media penanaman polybag,
  • Alat peneduh tanaman bila areal penanaman cukup panas (dapat menggunakan paranet)
  • Alat-alat pertanian yang mudah digunakan;
  • Bibit sayuran;

TINGGALKAN KOMENTAR

Kategori Berita